Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 tingkat Kota Pekalongan dilaksanakan dengan khidmat pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan dipusatkan di halaman SMK Negeri 3 Kota Pekalongan dengan Ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri, S.Pd., bertindak sebagai Pembina Upacara. Upacara kali ini melibatkan petugas dari guru-guru anggota PGRI Cabang Pekalongan Barat, yang melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh PGRI Cabang di Kota Pekalongan, yaitu Cabang Pekalongan Barat, Utara, Timur, Selatan, serta Cabang Khusus Dinas Pendidikan dan Cabang Khusus Kementerian Agama. Selain itu, dua kompi siswa SMK Negeri 3 Kota Pekalongan turut mengikuti jalannya upacara sebagai peserta. Upacara semakin meriah dengan penampilan pasukan khusus (Pasus) SMK Negeri 3 Kota Pekalongan serta penampilan tim paduan suara guru SMK Negeri 3 Kota Pekalongan yang membawakan lagu-lagu nasional dengan penuh semangat. Kepala SMK Negeri 3 Kota Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada PGRI Kota Pekalongan atas kepercayaan yang diberikan dengan menempatkan penyelenggaraan Upacara HGN tahun ini di SMK Negeri 3. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran PGRI menjadi motivasi bagi warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian terhadap dunia pendidikan. Sementara itu, Ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri, S.Pd., dalam amanatnya membacakan pidato Ketua Umum PB PGRI. Inti pidato tersebut menekankan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada seluruh pemangku kepentingan dunia pendidikan pada momentum HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025. Pidato juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya PGRI pada 25 November 1945 sebagai simbol persatuan guru Indonesia, serta sebagai dasar penetapan Hari Guru Nasional oleh pemerintah. Ketua Umum PB PGRI melalui amanat yang dibacakan tersebut menegaskan pentingnya guru untuk terus menjaga semangat pengabdian para pendiri PGRI dan siap beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta tuntutan keterampilan abad ke-21. PGRI juga menegaskan komitmennya memperjuangkan kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi, dan perlindungan hukum bagi seluruh guru di tanah air. Selain itu, beliau menyampaikan harapan agar Pemerintah dan DPR dalam penyusunan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tetap memperhatikan kepentingan guru, termasuk keberlanjutan tunjangan profesi, percepatan sertifikasi, penyelesaian status guru honorer melalui mekanisme ASN, serta memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antara guru negeri dan guru swasta. PGRI juga mendorong adanya regulasi khusus yang memperkuat perlindungan bagi guru. Di akhir amanat, Ketua Umum PB PGRI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendidik atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus menyerukan penguatan persatuan, profesionalitas, dan integritas guru sebagai kunci kemajuan pendidikan nasional. Upacara ditutup dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, mencerminkan tekad seluruh guru di Kota Pekalongan untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Tahun Baru, Semangat Baru: Refleksi Peran Guru PGRI Mengawali Semester