Oleh: Wiwit Nur Widya Aeni
Pekalongan, Sabtu, 25 Oktober 2025 — PGRI Kota Pekalongan melaksanakan kegiatan konsolidasi yang bertujuan untuk mewujudkan PGRI Kota Pekalongan sebagai organisasi yang mengedepankan profesionalitas dan intelektualitas dalam rangka meningkatkan harkat, martabat, dan kesejahteraan anggota. Kegiatan konsolidasi diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari pengurus pleno sejumlah 21 orang, pengurus cabang yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara sejumlah 18 orang, serta tamu undangan 4 orang. Agenda konsolidasi ini menjadi agenda rutin tahunan.
Bapak Mabruri, S.Pd., selaku Ketua PGRI Kota Pekalongan membuka kegiatan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa perlunya meningkatkan penguatan kelembagaan organisasi di tingkat kota dan cabang serta menyiapkan kader muda untuk menjadi pemimpin organisasi masa depan, mendorong profesionalisme guru dan tenaga kependidikan melalui berbagai aktivitas positif, mengupayakan fasilitas kepada guru dan tenaga kependidikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, serta memperluas dan meningkatkan kolaborasi dengan elemen mitra. “Kami mengimbau seluruh jajaran pengurus PGRI Kota Pekalongan untuk bersama mensukseskan program-program PGRI dalam lima tahun ke depan, di antaranya: penguatan kelembagaan PGRI kota-cabang dan kaderisasi, pembuatan kanal media sosial sebagai sarana publikasi, pemutakhiran data anggota, serta pembukaan usaha PGRI yang diharapkan bisa segera terwujud,” jelas Ketua PGRI.
Senada dengan itu, Bapak Dr. Slamet Budiyono menyampaikan bahwa manfaat konsolidasi adalah untuk bisa bersinergi dengan baik. Beliau menjelaskan bahwa jumlah tenaga pendidik dan kesehatan lebih kompleks, usia PGRI sama dengan usia NKRI, kesehatan 40% untuk jasa layanan mediator, sedangkan kebijakan pendidik dan kurikulum selalu berubah terus-menerus. Guru untuk meningkatkan mutu pendidik diuji kompetensinya, setiap guru harus mendapatkan kualitas yang baik, dan harus S1.
Kegiatan konsolidasi ini bukan hanya bersifat sosialisasi, namun juga mendorong semangat para pengurus supaya bisa mewujudkan program-program PGRI sesuai ADRT serta menjalankan program sesuai tupoksi bidang masing-masing. Disimpulkan oleh Ketua PGRI Kota Pekalongan, Bapak Mabruri, S.Pd., bahwa ada lima peran PGRI dalam berorganisasi, yaitu PGRI harus kuat lahir dari perjuangan, PGRI sebagai organisasi profesi perjuangan yang di antaranya: mensejahterakan anggota, bersinergi dengan pemerintah, PGRI memprofesionalkan anggota, serta harus menyadari bahwa perjuangan guru dengan medis adalah perjuangan investasi. Bahkan PGRI punya tantangan untuk menyeimbangkan peserta didik dengan karakter, bagaimana guru tersebut mengomunikasikan dengan murid agar bisa terjamin.
