Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Jumat, 3 Oktober 2025, saat ratusan guru dari berbagai penjuru Jawa Tengah berkumpul untuk mengikuti Pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat provinsi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., dan menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi. Tahun ini, sebanyak 317 guru turut ambil bagian dalam rangkaian lomba yang digelar dalam satu hari penuh. Dalam sambutannya, Dr. Muhdi menyampaikan bahwa Porsenijar bukan hanya ajang adu keterampilan, tetapi juga wahana meningkatkan profesionalitas dan kreativitas guru. Ia menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk memupuk semangat kolaborasi antarguru dari berbagai daerah, khususnya di tengah dinamika pendidikan abad ke-21 yang menuntut adaptasi dan inovasi. Tepuk tangan meriah mengiringi pembukaan, menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang telah dinanti para peserta. Ketua Panitia Porsenijar Jateng, Mualip, menjelaskan bahwa ajang ini terbagi menjadi tiga kategori besar: olahraga, seni, dan pembelajaran. Setiap kategori menampilkan kompetisi yang dirancang untuk mengakomodasi minat dan bakat para guru. “Porsenijar merupakan program kerja PGRI Jawa Tengah sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PGRI dalam mendukung pengembangan kompetensi guru secara menyeluruh. Dari total peserta, 97 guru berkompetisi pada cabang olahraga, yaitu bulutangkis, tenis meja, dan catur. Para peserta berasal dari enam eks karesidenan di Jawa Tengah: Banyumas, Pati, Pekalongan, Semarang, Kedu, dan Surakarta. Selain itu, turut hadir 10 juri dan wasit yang memastikan jalannya pertandingan berlangsung fair dan profesional. Meski kompetitif, suasana tetap cair dan penuh sportivitas, mencerminkan karakter pendidik yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan. Sementara itu, 220 guru lainnya menampilkan kemampuan terbaik dalam bidang seni dan pembelajaran. Cabang yang dilombakan meliputi menyanyi solo, tari tunggal, paduan suara, hingga video konten kreatif. Setiap penampilan membawa keunikan tersendiri, mulai dari tarian tradisional yang sarat makna hingga konten digital yang menunjukkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Porsenijar Jateng 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para peserta mengenai peran guru sebagai agen perubahan. Melalui kreativitas, ketangguhan, dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan dalam setiap cabang lomba, para guru menegaskan kembali komitmen mereka dalam membangun pendidikan yang lebih maju dan berkarakter. Sebagai rangkaian perayaan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional, acara ini sekaligus menjadi wujud penghargaan atas dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berinovasi untuk masa depan bangsa. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, Porsenijar Jateng 2025 di Kampus UPGRIS menjadi bukti bahwa guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menginspirasi melalui karya, olahraga, dan kreativitas. Ajang ini diharapkan dapat terus memupuk persatuan serta meningkatkan kualitas pendidik di seluruh Jawa Tengah.
Tahun Baru, Semangat Baru: Refleksi Peran Guru PGRI Mengawali Semester