PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS PGRI (PKPP) KOTA PEKALONGAN TAHUN 2025

Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI Kota Pekalongan untuk pengurus tingkat Kabupaten/Kota, Cabang, dan Cabang Khusus diselenggarakan pada 28 September 2025. Kegiatan ini bertempat di Hotel Howard Johnson Kota Pekalongan.

          Pelaksanaan PKP dihadiri langsung oleh sejumlah pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah. Mereka adalah Bapak Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum (Ketua), Ibu Dr. H. Sri Suciati, M.Hum (Wakil Ketua I), Bapak H. Sakbani, S.Pd., M.H. (Wakil Ketua II), serta Bapak Dr. Joko Siswanto, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Arum Purwanti, S.Pd., AUD (Pengurus Pleno). Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh pengurus PGRI Cabang dan Kota Pekalongan.

         Bapak Mabruri, S.Pd., selaku Ketua PGRI Kota Pekalongan, sekaligus membuka acara PKP. Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Bapak Mabruri menjelaskan perkembangan kondisi PGRI Kota Pekalongan dan meminta seluruh pengurus PGRI Kota Pekalongan untuk aktif dalam melaksanakan program-program serta bersinergi dengan baik.

           Ketua Umum PGRI Provinsi Jawa Tengah, Bapak Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., memaparkan bahwa PGRI Jawa Tengah dikenal sebagai PGRI terbaik dalam semua aspek. Ia juga mencontohkan UPGRIS yang menempati peringkat nomor 1 se-Indonesia sebagai satu-satunya perguruan tinggi PGRI yang unggul, bahkan melampaui berbagai komponen perguruan tinggi negeri. Prestasi ini diraih berkat andil dari ranting, cabang, serta kabupaten/kota.

         Beliau menuturkan pula bahwa PGRI Kota Pekalongan memiliki potensi yang lebih baik, karena sebelumnya sempat mengalami kemunduran, bahkan Majalah Derap sempat dihentikan. “Potensinya sekarang luar biasa, semoga ke depan menjadi lebih baik lagi,” ujar Bapak Muhdi. Ia menambahkan bahwa PKP ini dijadikan program utama, terbukti dengan kehadiran tim pengurus PGRI Provinsi yang besar. Hal ini menandakan kegiatan ini sangat serius, bertujuan untuk membangun PGRI yang terus continue dan tidak hanya baik saat ini, tetapi terus menerus baik.

         Di sesi lain, Bapak H. Sakbani, S.Pd., M.H., menjelaskan mengenai Yayasan Dana Setia Kawan Guru Jateng. Penyesuaian dilakukan berdasarkan UU No. 28 Tahun 2004, yang merupakan perubahan dari UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, sehingga Akta Notaris Nomor 12 tanggal 18 Mei 2007 berubah nama menjadi Yayasan Dana Setia Kawan Guru Jateng.

        Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari Yayasan Dana Setia Kawan adalah memberikan dukungan, tidak hanya secara moral tetapi juga finansial, kepada sesama anggota yang pensiun atau meninggal dunia. Tujuan lainnya adalah agar organisasi PGRI lebih eksis. Yayasan ini berfungsi sebagai badan khusus dari induk organisasi PGRI untuk melaksanakan program kemanusiaan dan sosial, serta sebagai wahana menumbuhkembangkan rasa kesetiakawanan di antara anggota melalui sumbangan.

      Sebagai amanat penutup dari PGRI Provinsi Jawa Tengah, seluruh Pengurus PGRI Kota Pekalongan diminta untuk bersama-sama kroscek semua data anggota, baik di cabang hingga ranting, agar data menjadi selaras. Selain itu, semua guru diimbau untuk mengakses Aplikasi Personal DANSET PGRI Jateng guna mengetahui dana yang telah disumbangkan selama ini.

Scroll to Top